Rabu, 30 Agustus 2023

Hari Ke-2 Ops Bina Waspada Lipu 2023, Sat Binmas Polres Sinjai Gelar Penyuluhan di Kantor Desa


Sinjai - Hari Ke-2 Operasi Bina Waspada Lipu 2023 Satuan Binmas Polres Sinjai menggelar penyuluhan dan sosialisasi pencegahan berkembangnya faham radikalisme, anti pancasila, toleransi, dan aliran sesat antar umat beragama dalam rangka kesiapan pengamanan pemilu 2024, Bertempat dikantor Desa Talle, Kecamatan Sinjai Selatan, Kabupaten Sinjai. Rabu (30/8/23).

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasat Binmas Polres Sinjai Akp DR. Nurhayati, SH.,MH bersama tim yang terlibat operasi dan diikuti seluruh perangkat desa dan warga Desa Talle.

Sosialisasi yang dilakukan menitik beratkan pada penyuluhan tentang bahaya faham radikalisme, anti Pancasila dan intoleransi umat beragama yang berpotensi mengancam kerukunan dan persatuan di tengah-tengah masyarakat.

Dalam Operasi ini Satuan Binmas merupakan satuan fungsi yang dikedepankan dalam pelaksanaan Ops Bina Waspada dalam rangka mencegah berkembangnya faham radikalisme, anti pancasila, toleransi, dan aliran sesat antar umat beragama dalam rangka kesiapan pengamanan pemilu 2024.

Kapolres Sinjai Akbp Fery Nur Abdulah, S.Ik melalui Kasat Binmas Akp DR. Nurhayati, SH.,MH. mengatakan Operasi Bina Waspada ini merupakan operasi Kepolisian secara terpusat yang dilaksanakan selama 14 hari, dimulai dari tanggal 29 Agustus sampai tanggal 11 September 2023.

“Operasi Bina Waspada merupakan operasi Kepolisian guna mencegah berkembangnya faham radikalisme anti pancasila, toleransi, dan aliran sesat antar umat beragama dengan lebih mengedepankan sosialisasi kepada masyarakat demi keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” Ujarnya.

“Kita akan tingkatkan kegiatan pembinaan dan penyuluhan untuk memberikan pemahaman kesadaran kepada masyarakat serta mengantisipasi sejak dini penyebaran paham radikal khususnya di diwilayah hukum Polres Sinjai demi menciptakan situasi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” Ujarnya

“Terlebih sebentar lagi kita akan menghadapi pesta demokrasi pemilihan umum (pemilu) serentak tahun 2024, untuk itu perlu pemahaman demokrasi demi kerukunan antar umat beragama sehingga masyarakat damai, rukun dan toleran,” Tambahnya.

“Kami berharap kepada seluruh elemen masyarakat, Tomas, Toga, dan instansi pemerintah terkait dapat bersama-sama dan bersinergi mencegah serta memproteksi sejak dini masuknya paham-paham yang bertentangan dengan nilai-nilai luhur Pancasila,” Ucapnya.

Terakhir Kasat Binamas Polres Sinjai Akp DR. Nurhayati, SH.,MH menghimbau “Apabila ada orang

orang yang mencurigakan menyebarkan atau terlibat dalam paham yang bertentangan dengan ideologi bangsa Indonesia agar segera dilaporkan ke pihak Kepolisian, Bhabinkamtibmas, atau pemerintah Desa untuk segera di tindak lanjuti.” Pungkasnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar